| Deskripsi |
: |
SultanAgung78
SutanAgung78 merupakan lembaga/organisasi yang bersifat informal. Secara
struktural, ia berada di bawah naungan yayasan PETA (Pesulukan Thoriqot
Agung), yang berkedudukan di tulungagung. SultanAgung78-selanjutnya
disingkat SA78,didirikan oleh KH.Sholachuddin Abdul Djalil Mustaqim,
pengasuh pondok PETA TulungAgung.
Organisasi SA78 ini, didirikan sebagai wadah bersama bagi seluruh umat
manusia (silaturrohim); tidak membedakan latar belakang etnik, bahasa
maupun agama. SA78 bersifat terbuka (inklusif), pluralistik, toleran
serta menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran dan
profesionalitas. ia hadir sebagai upaya memperkuat dan meneguhkan
kembali nilai-nilai tersebut. sekaligus sebagai bentuk pengabdiannya
kepada Agama Bangsa dan Negara tercinta ini. SA78 merupakan
lembaga non-profit; lebih berorentasi pada - bagaimana menggali dan
mengambangkan seluruh potensi Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang dimiliki
oleh masing-masing anggotanya. Tak terkecuali - ini yang terpenting,
SA78 sangat berkomitmen untuk ikut serta membangun karakter ( character
building ) bangsa yang bersumberkan dari akar tradisi kita sendiri.
Pengembangan SDM dimaksud, meliputi seluruh aspek kehidupan manusia itu
sendiri. Baik yang bersifat jasmani maupun rohani, lahir maupun batin
serta berjiwa mandiri. Tentunya, upaya demikian tidaklah mudah. Masih
banyak diperlukan daya dukung lain. yang mampu mensinergikan kekayaan
potensi tersebut. Dalam hal ini, SA78 lalu bergerak dan merajut kembali
pilar pilar kemandirian masyarakat tadi.
Sifat keanggotaan SA78 yang sangat terbuka ini, nantinya akan
benar-benar jadi " rumah rohani" bersama - bagi siapa saja, khususnya
bagi Jama'ah Pondok PETA, yang mengerti akan hak dan kewajiban seorang
hamba terhadap sesamanya maupun Tuhannya. Di samping itu,
keberadaan SA78 ini diharapkan menjadi pintu utama yang menjembatani
berbagai macam pola interaksi social masyarakat; antar individu maupun
kelompok social tertentu dengan lainnya. Sehingga, dalam tahapan
tertentu, dimungkinkan semakin terjalinnya hubungan-hubungan silaturahmi
dan ukhuwah (persaudaraan) yang bersifat multi-dimensi di antara
masing-masing pihak.
Watak dan sifat SA78 yang multi-kultural semacam itu, merupakan wujud
komitmen dirinya untuk selalu konsisten berdiri di tengah-tengah atas
kuatnya tarikan arus globalisasi. Oleh karenanya, ia akan selalu
bergerak secara lentur; melestarikan yang baik di masa lampau dan
memilih yang baik sesuatu yang baru di masa depan (al muhafadzotu ala
qodimi sholih wa al akhdu bi al jadidi al ashlah), menjadi garda
terdepan menjaga keseimbangan.
Dengan demikian, kelahiran SA78 sebenarnya merupakan panggilan sejarah.
Sekaligus, merupakan ikhtiar dan "ijtihat" Pengasuh Pondok PETA, dalam
menjawab dinamika kehidupan masyarakat saat ini maupun dimasa mendatang.
Akhirnya, atas berkah dan Karunia Tuhan Yang Maha Kuasa dan didorong
oleh semangat cita-cita luhur di atas, semoga kehadiran Sultan Agung 78
ini akan menjadi tonggak kemaslahatan ( rahmatan lil 'alamin) bagi kita
semua. Amiin.
|